Profil Sekolah HighScope di Indonesia

Profil Sekolah HighScope di Indonesia

Profil Sekolah HighScope di Indonesia

Demisnails.com – Pernah ada sebuah kejadian di skeolah, yang mana seorang anak bernama A tersinggung dengan temannya sih B. Sih A kemudian ajak teman-temannya supaya menjauhi sih B. sih B pun akhirnya dikucilkan oleh teman-temannya selama beberapa hari, dan menjadikan sih B stress serta tak mau sekolah.

Profil Sekolah HighScope di Indonesia

Pemahaman mengenai teknik mengidentifikasi sebuah kasus perundungan atau bullying maupun konflik yang sudah kami ceritakan di atas, sangat perlu bagi orangtua dan anaknya untuk membantu mereka dalam jalin pertemanan yang sehat. Pola pertemanan yang sehat dan seru, tidak hanya menjadikan sih anak bahagia, sehat, dan terasah keterampilan sosialnya, akan tetapi juga bantu mereka untuk tentukan identitas dirinya.

Sekolah HighScope Indonesia selenggarakan program komprehensif

Untuk bisa bekali orangtua dan anak dengan pehamanan tersebut, ternyata sekolah HighScope Indonesia atau SHI selenggarakan program yang komprehensif bernamakan Healthy Friendship, yang libatkan psikolog anak. Reni Sawitri mengatakan bahwasannya kami telah memberlakukan pendekatan yang berbeda bila di kelas 1 ada kegiatan seperti membuat surat pada teman, role play sampai puppet show, mulai kelas 6, anak-anak nanti sudah mulai mendapatkan belak pemahaman mengenai bullying. Seusai program Helathy Friendship ini dikampanyekan pada anak, SHI juga bekali para orangtua tentang program tersebut dengan cara menyelenggarakan parents workshop yang bertamakan “Pola Asuh yang Sehat Membangun Pola Pertemenan yang Sehat pada Anak”.

Jadi, apabila anak-anak Anda nantinya jalani pertemanan yang tak sehat, maka haruslah ditangani juga dengan kondisi yang jadi latar belakangnya. Retno Dewi Nuratri adalah bunda dari Nadia Dewi Hertidhi (kelas 2), juga memberikan pendapatnya, bahwa parenting yang baik nantinya akan lahirkan anak-anak yang lebih percaya diri dan pada akhirnya bisa jalankan pertemanan yang sehat serta ambil pembelajaran yang positif dari proses tersebut. Salah satu waktu untuk komunikasi yang lebih efisien bagi dia dan anaknya adalah saat menjemputnya. Di dalam mobil mereka bisa mengobrol dengan enak. Memberikan masukkan dan juga solusi. Sehingga dia jadi tahu juga apa perlu ada intervensi, diperlukan mendiskusikan dengan gurunya atau pun cukup denga monitoring serta membiarkan anak menerapkan solusinya.

kuliahbahasainggris.com Lain halnya dengan pengalaman Imelda Enersianti adalah selaku orangtua dari Galuh Asmoro Krisianati (kelas 4), bahwa anaknya sudah mulai terbiasa dengan program Healthy Friendship ini dan dia pun bisa terbiasa untuk melakukan social problem solving. Dan yang paling istimewa, pada saat ada diantara mereaka yang berkonflik, secara natural selalu ada anak lain yang datang untuk menengahi tanpa harus disuruh oleh gurunya. Tidak hanya sekadar untuk meminta maaf, anak-anak pun dapat menggali persoalan, ungkapkan perasaannya, cari solusi secara bersama-sama, dan melaksanakan resolusi yang telah disepakati.

Demikian profil sekolah HighScope Indonesia yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat.

Baca Juga: